Fasilitas Kota

Bus Rapid Transit (BRT)

Akhirnya setelah beberapa lama terhalang sistem transportasi yang baru (baca: BRT) di Semarang ini mulai beroperasi. BRT mulai beroperasi pada tanggal 18 September 2009. Beberapa teman dari loenpia mencoba BRT ini dengan menggunakan rute Simpang Lima – Mangkang dan kembali ke Simpang Lima.


Pembelian tiket masih menggunakan sistem manual dan cukup mengeluarkan uang Rp.3.500 menggunakan BRT ini untuk semua jarak.


Yang saya perhatikan pertamakali adalah kursinya. Walau tidak terlalu lembut tetapi kursi BRT yang bisa dilipat ini cukup nyaman untuk diduduki selama masa perjalanan.


Ruangan didalam bispun cukup nyaman dan supir memutarkan lagu-lagu yang cukup baru  sehingga penumpang cukup terhibur. Saya pikir BRT lebih cepat untuk mencapai tujuan disamping moda transportasi yang lain di Semarang. Karena selain hanya berhenti pada halte-halte yang ditentukan, BRT melewati halte-halte yang kosong atau tidak ada calon penumpangnya sehingga seakan-akan menggunakan bis tanpa henti.

Sayangnya walau moda transportasi ini benar-benar baru tetapi ada beberapa titik halte yang kelihatan sudah rusak, misalnya pada halte antara Mangkang dan Krapyak.



Kami memilih rute Simpang Lima – Mangkang bukan tanpa sebab, karena rute ini melewati beberapa landmark Semarang seperti Pusat oleh-oleh Pandanaran -Tugu Muda dan Gedung Balaikota.

Perjalanan Simpang Lima-Terminal Mangkang yang cukup jauh itupun kami tempuh tidak kurang dari 40 menit. Suatu perjalanan yang cukup cepat, selain karena nyaman sehingga penumpang tidak merasa jenuh berada didalam BRT. Saya sendiri dalam perjalanan kembali sampai di halte Ada, Majapahit. Dari Simpang Lima sampai halte Ada, Majapahit hanya menghabiskan waktu sekitar 20-25 menit. Sangat cepat karena biasanya kita akan menghabiskan setidaknya 45 menit dengan moda transportasi yang lain.

Koridor I Mangkang-Penggaron saat ini dilayani oleh 20 bis dan akan dibuka koridor II yaitu Banyumanik-Terboyo. Wah kalau benar terjadi, saya yang tinggal dikota ataspun akan semakin nyaman dalam menggunakan moda transportasi ini. (didut)

27 Comments

Speak up

Add your comment below, or trackback from your own site.

Subscribe to these comments.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*Required Fields